Kamis, 11 Juni 2015

Bab 8. Manusia dan Pandangan hidup

BAB 8.MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
A.PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
            Setiap manusia memiliki pandangan hidup. Pandangan hidup ini bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan orang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang di jadikan pegangan , pedoman , arahan , petunjuk hidup di dunia .
            Dengan demikian pandangan hidup tidak muncul seketika,melainkan melalui proses yang lama,sehingga dapat di uji kebenarannya. Pandangan hidup ada 3 macam yang terdiri dari :
A.     Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
B.     Pandangan hidup yang berupa ideologi yang di sesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
C.     Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.

Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu cita,kebajikan,usaha,keyakinan. Keempat unsur ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan .

B. CITA-CITA
            Cita-cita adalah merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umumnya cita cita merupakan garis linear yang makin lama makin tinggi. Apabila cita-cita tersebut belum terpenuhi dinamakan angan-angan. Misalnya seorang anak memiliki cita-cita menjadi dokter, ia belum sekolah, tidak mungkin ia berpikir baik, sehingga tidak punya kemampuan berusaha untuk menggapai cita-cita. Dapatkah seseorang mencapai apa yang di cita-citakannya, hal itu bergantung pada tiga factor , yang pertama manusia yang memiliki cita-cita,kedua adalah kondisi yang dihadapi,ketiga seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai.
Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita di tentukan oleh kualitas manusianya itu sendiri. Ada orang yang bertidak kemauan sehingga apa yang di cita-citakan hanyalah khayalan . karena kurang mengukur kemampuan maka hanya bisa berkhayal. Sebaliknya anak yang mempunyai kemauan keras ialah yang bisa menjadikan motivasi untuk mencapai apa yang di cita-citakannya.
Factor kondisi ada dua macam yaitu factor yang menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar sedangkan yang menghambat yaitu yang merintangi terjadinya cita cita.
Faktor tingginya cita-cita yang merupakan factor ketiga dalam menggapai cita-cita. Memang ada anjuran agar seseorang menggantung cita-citanya setinggi langit tetapi balik lagi bagaimana factor manusianya, mampukah yang bersangkutan mencapainya .
C.KEBAJIKAN
            Kebajikan atau kebaikan yang mendatangkan kebaikan hakekatnya sama dengan perbuatan moral. Perbuatan yang sesuai dengan norma-norma etika dan agama. Manusia berbuat baik karna kodratnya manusia itu baik. Atas dorongan suara hatinya cenderung berbuat baik. Manusia adalah seorang utuh yang terdiri dari jiwa dan badan. Kedua unsur itu terpisah ketika manusia meninggal.
            Manusia merupakan mahluk sosial, manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan,saling menghargai antar anggota masyarakat. Untuk melihat apa itu kebajikan , kita harus melihat dari tiga segi yaitu manusia sebagai mahluk pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, dan manusia sebagai mahluk tuhan. Sebagai mahluk yang baik dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu di tentukan oleh suara hati. suara hati merupakan hakim untuk diri sendiri.  Baik buruk itu dapat dilihat menurut suara hati sendiri. Meskipun demikian harus dinilai dan di ukur menurut suara. Disini tidak berarti bahwa pendapat kepentingan umum di atas segalanya.
            Factor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga , pertama factor pembawaan (heriditas) yang telah di tentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan. Pembawaan merupakan hal yang di turunkan oleh orangtua . tapi mengapa yang saudara sekandung tidak memiliki pembawaan yang sama? Hal itu di sebabkan karena sel-sel benih yang mengandung factor faktr penentu berjumlah banyak sehingga menghasilkan anak yang bermacam-macam. Faktor kedua yang menentukan tingkah laku manusia adalah lingkungan . lingkungan yang membentuk seseorang merupakan alam kedua yang terjadi setelah seorang anak lahir. Lingkungan membentuk jiwa seseorang meliputi lingkungan keluarga,sekolah,dan masyarakat. Factor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pernah di peroleh . baik pengalaman pahit yang sifatnya negative Maupun yang manis yang sifatnya positif . memberikan pada manusia suatu bekal yang selalu dipergunakan sebagai pertimbangan sebelum seseorang mengambil tindakan.
D.USAHA DAN PERJUANGAN
            Usaha dan perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita.  Setiap manusia harus berkerja keras demi kelanjutan hidupnya . sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan dan ini sudah kodrat manusia. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya ia harus bekerja keras.

E.KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
            Keyakinan/kepercayaan menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Aliran ada tiga yaitu naturalism,intelektualisme, dan aliran gabungan.
a.       Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari Tuhan. Tuhan menciptakan alam semesta lengkap dengan hokum-hukumnya secara mutlak dikuasai Tuhan.
Bagi yang percaya Tuhan , Tuhan itulah kekuasaan tertinggi . manusia adalah mahluk ciptaan tuhan, karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran ajaran Tuhan yaitu agama . ada dua macam yaitu:
1.      Ajaran dogmatis yaitu disampaikan oleh Tuhan melalui nabi-nabi. Ajaran agama yang dogmatis bersifat mutlak terdapat dalam kita suci Al-Quran dan Hadist.
2.      Ajaran dari pemuka-pemuka agama yaotu sebagai hasil pemikiran manusia sifatnya terbatas . ajaran ajaran dari pemuka agama termasuk kebudayaan , terdapat dalam bukubuku agama yang di tulis oleh pemuka-pemuka.
b.      Alliran intelektualisme
Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir. Mana yang menurut akal manusia benar itulah yang baik . walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani, manusia yakin dengan pikir akal manusia dapat mencapai sukses . akal berasal dari bahasa arab berarti qalbu yang berpusat di hati.
c.       Aliran gabungan
Dasar alira ini kekuatan gaib dan akal , kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan , percaya adalnya Tuhan, sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir sedangkan hati nurani di nomer duakan , apabila dasar keyakinan itu gaib dari Tuhan dan akal kedua-duanya mendasari keyakinan secara berimbang.
F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup apapun dan bagaimanapun itu untuk dapat mencapai dan berhasil dalam kehidupan yang diinginkannya. Tetapi apapun itu, yang terpenting adalah memiliki pandangan hidup yang baik agar dapat mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik pula. Adapun langkah-langkah berpandangan hidup yang baik itu sebagai berikut:
1.       Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.
2.       Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Begitu juga bagi yang berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur’an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.
3.       Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.
Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.
4.       Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
5.       Mengabdi       
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akhirat.
6.      Mengamankan
Mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan diri pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau menyalahkannya tentu dia tidak terima dan bahkan cenderung untuk mengadakan perlawanan.

Proses mengamankan itu merupakan langkah terakhir. Tidak mungkin atau sedikit kemungkinan bila belum mendalami langkah sebelumnya lalu aka nada proses mengamankan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar