Kamis, 11 Juni 2015

Bab 6. Manusia dan penderitaan

MANUSIA DAN PENDERITAAN
  
A.PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal  dari kata derita.Kata derita berasal dari bahasa Sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin. Setiap manusia memiliki penderitaan yang berbeda –beda. Manusia dikatakan menderita apa bila dia memiliki masalah, depresi karena tekanan hidup, dan lain lain.
   Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat.  Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
     Menurut agama penderitaan itu adalah teguran dari tuhan. Penderitaan ada yang ringan dan berat contoh penderitaan yang ringan adalah ketika seseorang mengalami kegagalan dalam menggapai keinginannya. Sedangkan contoh dari penderitaan berat adalah ketika seorang manusia mengalami kejadian pahit dalam hidupnya hingga ia merasa tertekan jiwanya sampai terkadang Ingin mengakhiri hidupnya.
    Penderitaan adalah termasuk realitas manusia di dunia. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan.Suatupristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Penderitaan adalah bagian dari kehidupan.







B.SIKSAAN
Penderitaan biasanya di sebabkan oleh siksaan. Baik fisik ataupun jiwanya.Siksaan atau penyiksaan digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatupemerintah.Arti siksaan, siksaan berupa jasmani dan rohani bersifat psikis, kebimbangan, kesepian, ketakutan.
Siksaan Yang Sifatnya Psikis misalnya kebimbangan,kesepian dan ketakutan.
Kebimbangan.
 Memiliki arti tidak dapat menetukan pilihan mana yang akan dipilih. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi dan tidak. Akibat dari kebimbangan seseorang  berada dalam keadaan yang tidak menentu,sehingga ia merasa kesiksa.
Kesepian.
Merupakan rasa sepi yang dia alami pada dirinya sendiri / jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Tempat mereka memang sepi tetapi hati mereka tidak sepi. Kesepian juga merupakan salah satu wujud dari siksaan yang dapat dialami oleh seseorang.
Ketakutan.
Merupakan sebuah sesuatu yang tidak dinginkan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia.
penyebab seseorang merasakan ketakutan, antara lain:
1.      Claustrophobia dan agrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup dan
ketakutakan orang berada di tempat terbuka.
2.      Gamang adalah rasa takut akan tempat yang tinggi.
3.      Kegelapan adalah rasa takut bila seseorang berada di tempat gelap.
4.      Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
5.      Kegagalan ketakutan dari seseotang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.


Apa yang membuat seseorang menjadi phobia ?
Kebanyakan phobia dimulai dengan suatu shock emosional pada waktu tertentu , misalnya pekerjaan baru , kematian dalam keluarga , atau sakit yang serius . beberapa penderita merasakan bahwa mereka merasa gelisah dan tertekan tetapi phobia juga dapat  berkembang dalam diri orang orang yang kelihatannya tenang dan mantap . ahli ahli jiwa berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala problema psikologis yang dalam yang harus ditemukan dihadapi dan di taklukan sebelum phobianya hilang .

C.KEKALUTAN MENTAL
Kekalutan mental adalah penderitaan  batin . atau gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus di atasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar .
Gejala-gejala permulaan pada orang yang mengalami kekalutan mental adalah sebagai berikut :
1.      nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri    
    pada lambung
2.      nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis,
    cemburu, mudah marah.
Tahap – tahap gangguan jiwa :
1.      Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya.
2.      Usaha mempertahankan diri dengan cam negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara benahan dirinya salah; pada orang yang tidak menderita gantran kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dan persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
3.      Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
Sebab-sebab Timbulnya Kekalutan Mental dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
  1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
  2. Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan dan yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
  3. Cara pematangan bathin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial; overacting sebagai overkompensasi dan tampak emosional.
Proses – proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang yang mendorongnya ke arah :
Positif, bila trauma (luka jiwa) yang dialami seseorang, akan disikapi untuk mengambil hikmah dari kesulitan yang dihadapinya, setelah mencari jalan keluar maksimal, tetapi belum mendapatkannya tetapi dikembalikan kepada sang pencipta yaitu Allah SWT, dan bertekad untuk tidak terulang kembali dilain waktu.
Negatif, bila trauma yang dialami tidak dapat dihilangkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang dicita-citakan
Bentuk frustasi antara lain :
  1. Agresi
  2. Regresi
  3. Fiksasi
  4. Proyeksi
  5. Identifikasi
  6. Narsisme
  7. Autism


Penderitaan kekalautan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
  1. Kota-kota yang besar
  2. Anak-anak muda
  3. Wanita
  4. Orang yang tidak beragama
  5. Orang yang terlalu mengejar materi
D.PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik secara berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Manusia adalah makhluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati penderitaan.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidupnya. Allah berfirman dalam surat Arra’du ayat 11, bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri yang berusaha merubahnya.
Pembebasan dari penderitaaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan namun yang Tuhanlah yang yang menentukan hasilnya.

E.PENDERITAAN , MEDIA MASSA DAN SENIMAN
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud agar semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat mengunggah hati manusia untuk berbuat sesuatu.
Media massa adalah alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada asyarakat luas. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap anatara sesama manusia, terutama bagi mereka yang simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari karya tersebut.

F.PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Apabila kita kelompokan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan,maka penderitaan manusia dapat di perinci sebagai berikut :
a)      Perbuatan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Karena perbuatan buruk antara sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita,misalnya :
pembantu rumah tangga yang diperkosa , disiksa oleh majikannya , sudah pantas jika majikan yang biadap itu di ganjar dengan hukuman penjara oleh pengadilan negeri Surabaya supaya perbuatannya itu dapat diperbaiki sekaligus merasakan penderitaan. Sedangkan pembantu yang telah menderita itu dipulihkan.
Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan nya menyebabkan penderitaan manusia . tetapi manusia tidak menyadari hal ini . mungkin kesadarasn itu baru timbul setelah musibah yang membuat manusia menderita , misalnya :
Musibah banjir dan tanah longsor di lampung selatan berumula dari penghunian liar di hutan lindung . kemudian di babat menjadi tandus dan gundul oleh manusia manusia penghuni liar itu . akibatnya beberapa jiwa jadi korban banjir , rumah hancur dan sawah ternak musnah .

b)     Penderitaan yang timbul karena penyakit,siksaan/azab Tuhan
Penderitaan manusia juga dapat terjadi akibat penyakit atau siksaan. Namun kesabaran dan ketawakalan dan optimism dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu .
G. PENGARUH PENDERITAAN
            Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh dan sikap dalam dirinya, sikap yang timbul dapat berupa sikap positif dan negative . sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup bukan rangkaian penderitaan. Sedangkan sikap negative rasa putus asa,kecewa bahkan ingin bunuh diri.
            Jika keduanya di komunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca. Penilaian itu dapat berupa kemauan yntuk mengadakan perubahan nilai nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar